Info Laris
Selasa, 19 Juli 2016
Bikin Ngakak Aja. Ketangkap Sedang Mesum Remaja Ini Beralasan Lagi Cari Pokemon
Kuis Online - Saat ini, seluruh dunia pasti tahu sekarang musimnya apa. Yap, musim Pokemon Go. Permainan ini berhasil menyita para gamers di dunia. Dalam permainan ini, para gamers diharuskan berjalan-jalan ke berbagai tempat untuk mencari monster Pokemon.
Nah, dari sinilah berbagai kejadian mulai bermunculan. Mulai dari kejadian menyedihkan sampai kejadian yang membuat kamu tertawa ngakak.
Seperti kejadian yang satu ini misalnya. Dua sejoli ditangkap oleh warga saat me**m di sebuah ruko Wonolopo, Tasikmadu, Karanganyar. Namun keduanya malah membantah jika mereka berbuat me**m. Mereka mengatakan jika mereka berada di tempat itu hanya karena ingin mencari monster Pokemon, sebagaimana dikutip brilio.net.
Alasan tersebut tentu saja tidak dipercayai oleh warga. Keduanya pun digiring oleh warga ke kantor kepala desa setempat.
Peristiwa ini langsung menjadi viral di media sosial setelah seorang netizen menggungahnya ke laman Facebook Komunitas Warga pada Senin, 18 Juli 2016 kemarin.
Sopo sing kenal bocah iki lur,, ngomonge wong baki, solo baru. Konangan me**m neng ruko wonolopo tasikmadu karanganya, alesane golek pokemon,, demikian tulis netizen tersebut dalam unggahannya.
Info Ini Dipersembahkan Oleh : Judi Online - Agen Poker - Agen Casino - Slot Games - Casino Online - Poker Online Indonesia
Lagi Asik Jalan-Jalan, Warga Kaget Lihat Syuting Oho-Ihi di Tempat Terbuka
Kuis Online - Meski demikian, warga segera mengeluarkan kamera ponselnya dan merekam adegan in**m pasangan Nicolle Bittencourt (27) dan Yuri Machado (33).
Tampak dalam video amatir sang kamerawan terlihat fokus merekam adegan panas pasangan yang bergumul tanpa busana di atas pasir.
Media lokal melaporkan pembuatan film dewasa itu di Pantai Recreio, Brasil, tak jauh dari tempat para atlet Olimpiade menginap.
Bos film p0*n0 Brasil Brad Montana menyatakan pihaknya telah mendapatkan izin untuk mengambil gambar di lokasi itu Kamis lalu.
Dia menambahkan saat itu pantai sepi, tak ada orang berjemur, termasuk anak-anak.
Kami memilih daerah itu karena tenang, katanya.
Info Ini Dipersembahkan Oleh : Judi Online - Agen Poker - Agen Casino - Slot Games - Casino Online - Poker Online Indonesia
Jangan Asal Tempel Stiker ‘Ayah, Ibu, Anak’ Di Mobilmu, Ini Bahayanya!
Kuis Online - Pihak berwajib memberikan peringatan kepada para keluarga di Inggris tentang bahanya menempelkan stiker My family di mobil. Lebih lanjut menurut pihak kepolisian, stiker tersebut dipercaya bisa memberikan informasi kepada orang yang salah.
Dilansir kabar24h dari Dailymail, pihak kepolisian memperingatkan bahaya stiker `My Family` di mobil. Mereka percaya, stiker itu secara langsung memberikan informasi kepada orang yang salah.
Menjadi incaran penjahat
Ya, hal inilah yang dialami Kathleen Wiggins yang tinggal di Florida. Ia tak menyangka stiker yang mengungkap profesi suami sebagai tentara angkatan laut membuatnya jadi incaran penjahat.
Stiker itu secara tidak langsung memberitahu bahwa ia sering sendiri di rumah. Parahnya lagi, dalam stiker itu ada informasi bahwa ia hanya tinggal dengan anak-anak dan anjing kecil.
Jangan pasang stiker keluarga di mobil
Kenapa stiker bisa menjadi target operasi para penahat? Menurut informasi, stiker semacam itu sama saja membuka kelemahan. Apalagi informasi yang berbau susunan keluarga semacam itu, , informasi itu bisa dimanfaatkan pihak lain untuk berbagai motif kejahatan.
Info Ini Dipersembahkan Oleh : Judi Online - Agen Poker - Agen Casino - Slot Games - Casino Online - Poker Online Indonesia
TKW Cantik Ini 3 Kali Ganti Suami Karena Tak Ada yang Kuat Melayani
Kuis Online - Bukan karena ukuran itunya yang mengalahkan Julia Perez, tapi pernyataannya yang mengakui bahwa dia sudah ganti suami 3 kali, tapi gak ada yang kuat, tulis keterangan foto itu, Jumat (18/3/2016).
Foto itu memperlihatkan wanita yang diklaim bernama Tania sedang mengenakan kaus warna kuning. Penelusuran kabar24h.com, keterangan foto ini rupanya diambil dari sebuah artikel di surat kabar berbahasa Sunda yang belakangan beredar di kalangan blogger.
Surat kabar itu menulis judul yang cukup blak-blakan tentang pengakuan Tania yang sudah berganti suami tiga kali lantaran tidak ada yang kuat. Dalamlead artikel itu, Tania mengaku merasa berdosa lantaran sudah menyakiti tiga hati lelaki yang dinikahinya.
Mereka sangat tersiksa dan kewalahan saat memadu kasih, katanya menggambarkan aktivitas hubungan 1nt1mnya dengan mantan suami. Semoga yang terakhir nanti, Tuhan mengirimkan laki-laki yang benar-benar perkasa setiap saat, lanjutnya.
Dalam surat kabar itu diterangkan bahwa Tania adalah mantan TKW Hong Kong. Tania atau yang biasa dipanggil Nia berusia 30 tahun dan kini tinggal di Bandung.
Dalam artikel itu ditegaskan bahwa penyebab perceraian Nia lantaran problem hubungan 1nt1m bukan hal lain.
Unggahan foto tentang Tania ini tentu saja membuat netizen riuh. Banyak yang membagikan ulang, tapi tak sedikit yang meragukan kebenaran cerita itu.
Info Ini Dipersembahkan Oleh : Judi Online - Agen Poker - Agen Casino - Slot Games - Casino Online - Poker Online Indonesia
Memalukan! Usia Menilang Gadis Pengendara Motor, Oknum Polantas Ini Mencium Dan Memegang Dadanya Di Ruang Gelap
Kuis Online - Berita Terhangat dan Terupdate setiap saat. selalu memberikan info terkepo kepada anda semua untuk mendapatkan informasi di dalam negeri maupun manca negara.
Satu lagi korban pelecehan seksual oknum Polantas Polres Batu di pos alun-alun Kota Batu kembali tersingkap. Kesempatan ini menerpa SRP (17), warga Desa Sebaluh, Kecamatan Pujon, Kabupaten Malang
Siswi SMAN 1 Kota Batu kelas dua itu melapor ke Propam Polres Batu didampingi beberapa aktivis
Yayasan Ujung Aspal Kota Batu, jam 14. 00 WIB.
Selain itu, Jeremi (16) warga Kelurahan Ngaglik, Kecamatan Batu yang membonceng korban turut mengikuti melapor ke Propam Polres Batu. Menurut SRP, peristiwa itu berlangsung sekitaran jam 13. 00 WIB sepulang sekolah serta bakal turut merayakan Lagi Th. rekan di Batu Towen Square (BATOS) sertamasihlah mengenakan seragam Sekolah.
Awal peristiwa saat ia yang dibonceng Jeremy dihentikan Polantas lantaran tak gunakan helm di pos polisi perempatan jalan Dewi Sartika serta Jalan Patimura Kota Batu.
Korban pelecehan oknum Polantas Polres Batu, SRP didampingi beberapa aktivis Yayasan Ujung
Aspal Kota Batu waktu datang ke Propam Polres Batu, Korban pelecehan oknum Polantas Polres Batu, SRP didampingi beberapa aktivis Yayasan Ujung Aspal Kota Batu waktu datang ke Propam Polres Batu, Waktu itu, Jeremy di check dokumen sepeda motor yang dikendarainya.
Serta lantaran STNK hilang, Jeremy berbarengan dianya disuruh datang ke pos Alun-alun Kota Batu merampungkan administrasi pelaporan STNK.
Ketika Jeremy mengurusi administrasi kehilangan STNK di ruangan depan pos Polantas Alunalun, dua oknum Polantas memanggilnya serta memegangi lemtex logo nama RSP serta seakan berniat pegangan itu diarahkan untuk menyentuh dadanya.
Sembari bercanda, dua oknum Polantas itupun memohonnya masuk kedalam ruangan gelap yang ada dibagian belakang pos. Dalam ruangan gelap tersebut, satu diantara oknum Polantas menciumi pipinya serta satu oknum Polantas cuma lihat.
“Kami diperlakukan tak pantas seperti itu tak berani teriak lantaran takut sekali, serta pak polisi satunya cuma saksikan sembari katakan bila dianya iri juga saksikan itu, ” kata RSP sebelumnya melakukan kontrol di Propam Polres Batu
Sekitaran 15 menit ada di ruangan gelap belakang Pos Polantas Alun-alun Batu, menurut RSP, dianya baru diijinkan keluar menjumpai kembali Jeremy yang kebetulan juga telah usai mengurusi administrasi STNK.
“Kemudian saya narasi pada Jeremi serta kami pulang tanpa ada berani menginformasikan.
Sedang Jeremy (16) rekan SRPyang memboncengnya menerangkan, waktu SRP memperoleh pelecehan dua oknum Polantas dianya tak tahu. Lantaran waktu itu tengah merampungkan administrasi STNK hilang.Di mana waktu itu, oleh oknum Polantas dianya lakukan negosiasi cost pertolongan lantaran STNK hilang.
Awalannya oknum Polisi memohon pertolongan Rp 250 ribu, namun sesudah negosiasi ketemu duit pertolongan yang disuruh jadi Rp 150 ribu.
“Kami bayar keinginan duit pertolongan pelaporan STNK hilang, serta baru disitu SRP kembali berbarengan kami, ” kata Jeremy yang turut datang ke Propam Polres Batu.
Dianya, saya Jeremy, cukup terperanjat dengan pernyataan SRP bila pernah memperoleh perlakuan tak pantas dari oknum Polantas saat ditinggal mengurusi administrasi STNK yang hilang di ruangan pos depan Alun-alun Kota Batu.
Serta atas pernyataan itupun, dianya tak berani menceritakan pada siapa saja, termasuk juga SRP yang diam atas apa yang dirasakannya.
Peristiwa yang dihadapi SRP itu baru disibakkan pada orangtuanya sesudah tahu ada kabar berita berkaitan pelecehan oleh oknum Polantas di pos Alun-alun di mass media.
“Pada akhirnya pagi tadi saya narasi pada bapak saya masalah sama yang menerpa rekan sekolah saya SRP saat di pos Alun-alun Kota Batu itu, ” ucap Jeremy.
Sesaat AktiƤs Yayasan Ujung Aspal Kota Batu, Soejarjono Fransk menerangkan, dianya tahu ada aksi pelecehan pada SRP dari Jeremy. Di mana dari beberapa narasi sesudah membaca berita di media kejadianya sama dengan yang dihadapi SRP.
“Tadi pagi kami yakinkan peristiwa itu serta pada akhirnya berikan motivasi SRP untuk melapor ke Propam Polres Batu lantaran alami tindakan pelecehan oleh oknum Polantas di Pos Alun-alun Kota Batu, “kata Soeharjono Frans.
Diterangkan Soeharjono, pihaknya terasa beberapa masalah sama dengan modus sama bakal bermunculan. Serta beberapa korban biasanya masihlah anak sekolah yang ketakutan pada oknum polisi.
Tindak oknum Polantas itu adalah demoralisai jelek yang mengakibatkan kerusakan anak-anak dengan memakai masalah pelanggaran jalan raya.
“Hal semacam itu begitu keji, pada anak-anak sebagai korban tentu ketakutan atas perlakuan tak pantas itu, “ucap Soeharjono.
Anehnya lagi, ungkap Soeharjono, di pos Polantas ada ruangan temaram condong gelap di belakang pos yang seakan berniat disiapkan untuk bertindak pelecehan pada golongan wanita pelanggar jalan raya.
“Ini mesti dapat disikapi serius, serta kami sudah melapor ke Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) atas masalah itu, “papar Soeharjono.
Info Ini Dipersembahkan Oleh : Judi Online - Agen Poker - Agen Casino - Slot Games - Casino Online - Poker Online Indonesia
Langganan:
Postingan (Atom)




